Filed Under ( Articles) by Okky Sulistijo on January-16-2008
Setiap Kata/Kalimat Memiliki Kekuatan Makna
Kata/kalimat yang kita gunakan setiap hari sebenarnya “mengekspresikan” bagaimana yang kita rasakan. Kata/kalimat tersebut benar-benar “mempengaruhi” bagaimana kita merasakan sesuatu. Hal ini berlaku untuk setiap orang tanpa memandang usia, mulai dari anak balita bahkan bayi hingga orang dewasa. Ada pepatah yang mengatakan, “Hanya dengan pedang dan batu dapat meremukkan tulang saya namun kata tidak akan pernah melukai saya.” Saya berpikir siapapun yang pertama kali yang mengatakan ini, dia pasti tidak pernah paham tentang kekuatan kata/kalimat!
Melalui tulisan saya ini, saya mengajak kita semua untuk menyadari kekuatan kata/kalimat dan mahami pengaruhnya terhadap keluarga pada umumnya serta perkembangan anak pada khususnya. Kekuatan kata/kalimat itu sangat dahsyat! Satu kata saja dapat membuat seseorang menjadi sangat bersemangat luar biasa namun dapat pula sebaliknya, sangat menderita.
Apa pengaruh kata/kalimat bagi seorang anak?
Jika Anda mengatakan berulang-ulang pada anak Anda, “Kamu bodoh!”, maka anak Anda akan merasa dirinya bodoh. Jika Anda mengatakan pada anak Anda, “Kamu nakal!”, maka anak Anda akan merasa dirinya nakal. Apa yang anak Anda rasakan ini akan menjadi sebuah pondasi dalam pikiran bawah sadarnya sehingga anak Anda akan bersikap dan bertindak seperti yang anak Anda rasakan.
Menurut teori memang kata/kalimat hanya berpengaruh 7% dalam proses berkomunikasi sedangkan 38% dipengaruhi oleh intonasi dan pengaruh terbesar, 55%, justru ditentukan oleh bahasa tubuh. Namun yang perlu dicatat adalah ketika seorang ayah atau ibu mengatakan, “Kamu bodoh!” atau “Kamu nakal!”, hampir dipastikan menggunakan intonasi tinggi dan bahasa tubuh “mengancam” yang membuat anak tidak nyaman. Kondisi mental atau ‘state’ tidak nyaman ini tertanam dalam pikiran bawah sadar anak sehingga anak bersikap atau bertindak semakin tidak konsisten.
Luar biasanya, dalam keadaan seperti ini orang tua memaknai sikap atau tindakan anak tersebut sebagai ‘semakin menjadi-jadi’. Orang tua biasanya justru semakin ingin menunjukan sikap superiornya dengan tambahan kata/kalimat yang membuat anak semakin tidak nyaman. Beberapa orang tua bahkan membuat target “anak menagis” sebagai selesainya sebuah masalah tanpa pendekatan lebih lanjut. Bila ini terjadi maka saya ucapkan selamat untuk Anda karena Anda 100% berhasil membuat anak Anda manjadi anak “Bodoh” dan “Nakal”!
Lalu, bagaimana mengantar Anak Anda menjadi pribadi penuh motivasi dengan kekuatan kata/kalimat?
- Silahkan gambarkan anak Anda bagaikan sebuah benih dan kata/kalimat Anda mewakili matahari, air dan pupuk. Selama ini, apakah kata/kalimat Anda memberikan pencerahan bak mentari pagi pada Anak Anda dalam kegelapan? Apakah kata/kalimat Anda memberikan kesejukan bak embun pagi atau justru membanjiri dan menghilangkan tanah tempat benih itu bertumbuh? Apakah kata/kalimat Anda memberikan nutrisi sehat atau ‘over dosis’ sehingga Anak Anda merasa dibenamkan dalam air kotor?
- Sekarang Anda ambil sebuah catatan kecil untuk jurnal Anda! Jurnal ini dilakukan selama satu minggu.
- Tuliskan setiap kata positif, sayang dan motivasi yang setiap hari dalam satu minggu yang Anda ucapkan pada anak Anda! Contoh: “Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami menyayangimu!”; “Kamu melakukan sesuatu yang dahsyat!”; “ Kamu cerdas!”; “Kamu sangat spesial untuk Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami!”; “Kamu fantastik!”; “Kamu hebat!”; dan selanjutnya.
- Kemudian, tuliskan juga setiap kata negatif atau kritikan setiap hari dalam satu minggu yang Anda ucapkan pada anak Anda! Contoh: “Ada apa denganmu?!”; “Mengapa kamu melakukan itu?!”; “ Kamu cerewet!”; “Tutup mulutmu!”; “Tidak pernah menurut kata Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami!”; “Kamu buat Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami jadi stres!”; dan selanjutnya.
- Silahkan jumlahkan masing-masing kata/kalimat positif dan negatif setiap harinya!
- Apakah Anda terkejut? Apalah Anda memberikan cahaya atau menutupi anak Anda dengan lumpur?
Bagaimana menggunakan kata/kalimat dengan tepat?
- Banyak cara untuk membangun motivasi pada anak Anda, saya mengenalkan salah satu caranya saja. Anda dapat kembangkan sesuai dengan kondisi dan lingkungan tempat Anda tinggal.
- Cobalah untuk menggunakan istilah baru untuk nama hari dalam seminggu seperti di bawah ini: Senin Dahsyat, Selasa Hebat, Rabu Luar Biasa, Kamis Cinta, Jumat Fantastik, Sabtu Ceria dan Minggu Berlimpah
- Kenalkan istilah ini setiap malam sebelum tidur dengan membelai bagian tubuh yang sensitif pada anak Anda, “Hai ……… (sebut nama anak Anda), Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami menyayangimu. Hari ini adalah Senin Dahsyat. Seperti itulah kamu hari ini, dahsyat! Ingat, besok adalah Selasa Hebat. Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami sayang kamu, Tuan/Nona Hebat!“
- Pada pagi harinya ucapkan, “Semangat pagi! Apa khabar Tuan/Nona Hebat! Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami sayang kamu!”
- Setiap orang tua adalah seorang petani. Apa yang Anda tanam itu yang Anda petik. Apa yang ingin Anda panen dari anak Anda? Karakter yang kuat? Pribadi yang penuh percaya diri dan berkembang? Jujur dan bertanggung jawab? Berani dan pantang menyerah?
- Usahakan gunakan kata di bawah ini dalam kalimat ketika Anda berbicara dengan anak Anda sesuai dengan harinya (dapat Anda kembangkan):
- Senin: Percaya diri, Sopan, Berani, Baik hati.
- Selasa: Baik, Agung, Jenius, Memberi.
- Rabu: Cantik/Ganteng, Cerdas, Gigih, Peduli.
- Kamis: Tepat waktu, Sikap Positif, Suka Menolong, Jujur.
- Jumat: Rendah hatH, Bertanggung Jawab, Disiplin
- Sabtu: Terhormat, Simpatik, Penuh Semangat, Optimistik.
- Minggu: Sabar, Tekun, Kerja Sama, Ramah
Kata/kalimat yang mengandung makna positif dan membangun ini akan tertanam dengan baik di pikiran bawah sadar anak Anda. Bila itu terjadi maka kondisi mental atau ’state’ anak Anda menjadi nyaman sehingga anak Anda dapat selalu prima dan mudah untuk meraih prestasi puncak.
Selamat menjadi keluarga dahsyat yang berlimpah!
Share This
|
23 Comments posted on "Marvellous Abundance Parenting - Bagian I"
Rika on January 16th, 2008 at 6:36 am #
Luar biasa pak Okky… memang benar apa yang kita ucapkan akan ditelan langsung oleh anak-anak tanpa di filter. harus memberikan kata2 dorongan yang positif setiap saat. Thx pak. sukses selalu.
Okky Sulistijo on January 16th, 2008 at 7:47 am #
Sukses selalu juga untuk Ibu & keluarga Ibu!
iva on January 16th, 2008 at 10:28 am #
Okky Sulistijo on January 16th, 2008 at 2:41 pm #
Ibu Iva, terima kasih rekomendasinya!
Yani on January 17th, 2008 at 6:50 am #
Thx Pak Okky, saya belum berkeluarga tapi sdh mengasuh adik laki-laki saya sejak mama saya meninggal thn 2001. Artikel ini usefull bgt buat saya, krn jujurnya kalo dia bermasalah dgn pelajaran dan sekolah-nya, saya suka menggunakan kata “bodoh”.
Once again, thx bgt. Sukses slalu pak n GBU.
fery on January 17th, 2008 at 9:43 am #
wah luar biasa pak Okky..jika boleh saya mau tampilkan tulisan pak Okky d blog saya apakah boleh?? Sukses ya..
Okky Sulistijo on January 17th, 2008 at 3:51 pm #
Dahsyat! Hebat! Luar biasa! Saya sangat kagum dengan orang yang berkorban banyak untuk adiknya terutama karena yatim/piatu! Teruslah bimbing adikmu untuk meraih prestasi terbaiknya! Saya yakin dari Surga Mamamu sangat bahagia melihatmu! Berkat Tuhan selalu untukmu Yani!
Okky Sulistijo on January 17th, 2008 at 3:59 pm #
Terima kasih Fery! Silahkan saja, tulisan saya boleh di link ke blog Fery.
Lina Patuwo on January 17th, 2008 at 6:40 pm #
Kupasan cerita yang sederhana tetapi bermakna.. Great Story!.. tulisan Okky saya sharing ke teman2 dan saya link ke blog saya juga ya. Kapan2 akan saya ajak berkolaborasi tentang parenting & communication.
Sukses selalu,
Lina - Choice Management Consultants
Febbie on January 18th, 2008 at 1:55 am #
Memang benar pak Okky, saya setuju. Tapi bagaimana caranya menasehati anak yang bandel? Kata2 seperti apa yang harus kita keluarkan? Kalau memang pantas di puji, pasti saya puji. Tp kalau sebaliknya, bagaimana ortu harus bersikap tanpa mengeluarkan energi negatif?
Thanx a lot sebelumnya
Thanks a lot pak! Tulisan Bapak menambah inspirasi saya dlm mendidik anak saya nantinya krn kebetulan saya adalah ibu baru. Biar saya tidak kehilangan inspirasi tsb, saya juga mo masukkan tulisan Bapak ke blog saya, jika diperkenankan. Boleh kan pak?
Chatarina Wahyurini on January 18th, 2008 at 10:11 am #
Thanks a lot pak Okky, tulisan anda benar-benar membuat saya instropeksi diri dan memang benar saya sendiri jadi kaget ketika mencatat kata-kata negatif yang sudah saya ucapkan untuk anak-anak saya. Sekali lagi terimaksih banyak dan sukses selalu mudah-mudahan kita bisa mengiringi generasi muda kita menuju hidup yang lebih baik .Amien.
Okky Sulistijo on January 18th, 2008 at 10:45 am #
Terima kasih Bu Lina. Silahkan tulisan saya di link ke blog Ibu. Suatu kehormatan bagi saya jika suatu ketika berkolaborasi bersama Ibu. Sukses selalu untuk Ibu!
Okky Sulistijo on January 18th, 2008 at 10:54 am #
Ibu Febby yang baik, sebenarnya anak itu tidak ada yang “bandel”. Ia bertindak karena rasa yang didapatkan. Setiap tindakan pasti memiliki makna yang positif. Coba selaraskan apa yang ia rasakan dengan kondisi Ibu. “Heart to heart sharing” dengan belaian “mesra” merupakan salah satu untuk mengenal dunia dan apa yang dirasakan anak. Semoga berhasil!
Okky Sulistijo on January 18th, 2008 at 11:00 am #
Terima Kasih Ibu Lina di Surabaya! Silahkan tulisan saya di link ke blog Ibu!
Okky Sulistijo on January 18th, 2008 at 11:07 am #
Ibu Chatarina Wahyurini, hebat Ibu semangat sekali! Sukses selalu untuk Ibu ya!
Diaz on January 18th, 2008 at 1:28 pm #
Benar pak Okky…apa yg kita ucapkan kata-kata negatif pasti anak akan mengulangi ucapan tsb kpd orang yang dirasakan tidak nyaman bagi si anak…dan tentunya akan mempengaruhi perkembangan mental anak. Sukses selalu pak!
Okky Sulistijo on January 19th, 2008 at 7:18 am #
Luar biasa! Terima kasih! Sukses selalu untuk Diaz juga!
Wita on January 21st, 2008 at 4:19 am #
Terima kasih, Pak.. Tulisan Bapak ini memberi inspirasi untuk kita semua menjadi orangtua yang lebih baik dan lebih baik lagi. GBU always…
Okky Sulistijo on January 21st, 2008 at 4:54 am #
Terima kasih! Sukses selalu untuk Ibu dan keluarga Ibu juga!
lina murniasih on March 25th, 2008 at 5:44 am #
Wah benar-benar Pak Okky mampu membangkitan gairah seorang Ibu yang sedang belajar bagaimana mendidik anak dengan baik. Tetap semangat ya Pak. Kapan lagi diadakan seminar spiritual parenting di Semarang? Tak tunggu informasinya.
Lina on June 1st, 2008 at 4:56 pm #
Pak Okky, mohon advisenya kapan bagian II nya diposting? Maklum udah saya tunggu-2 nih… Saya juga nunggu info seminar parenting di Surabaya, detail seminar mohon di email aja ya pak. Trims & sukses buat Bapak.
azizah on September 18th, 2008 at 10:07 pm #
Terimakasih atas pencerahannya, tidak diduga, apa yang sudah saya lakukan membuat saya tahu bahwa saya bukan ibu ideal untuk anak2 saya. Tulisan Bapak sungguh dalam dan mudah2an bermanfaat untuk kehidupan anak2 saya di masa yang akan datang.